Tata Cara Umroh (Manasik Umroh) Praktis!

Tata Cara Umroh – Umroh adalah salah satu ibadah yang sangat mulia dan diimpikan oleh semua umat muslim di dunia. Dalam pelaksanaan umroh juga terdapat tata cara atau bacaan. Dimana tata cara dan bacaan dalma melakukan umroh tersebut berpedoman pada Rasulullah Saw. Berikut ini tata cara dan bacaan yang dicontohkan oleh Rasulullah Saw ketika melakukan ibadah umroh.

Persiapan Sebelum Umroh

Langkah awal yang dilakukan sebelum umroh adalah mensucikan diri dari kotoran dan najis. Hal ini perlu dilakukan agar setiap ibadah yang dilakukan ketika umroh benar-benar sah. Berikut ini tata cara persiapan sebelum umroh  yang diajarkan oleh Rasulullah saw.

  1. Mandi besar (junub)
  2. Menggunakan parfum atau wewangian lainnya
  3. Memotong kuku
  4. Mencukur bulu ketiak dan sekitar kemaluan serta menipiskan kumis
  5. Memakai baju ihram baik laki-laki maupun perempuan
    • Pakaian ihram laki-laki dua lembar kain berwarna putih yang tidak berjahit.
    • Pakaian ihram perempuan yaitu mengenakan pakaian yang menutupi seluruh tubuhnya dan dilarang memakai cadar serta sarung tangan. Bagi Anda yang masih menggunakan cadar dan sarung tangan sebaiknya jangan dilakukan. Hal ini telah dicontohkan oleh istri Nabi Muhammad saw yaitu tidak memakai cadar maupun sarung tangan.

Panduan Tata Cara Umroh Praktis

Tata Cara Umroh
Gambar via https://www.youtube.com/watch?v=cV1-sWWsxcw

Berniat Ihram dari Miqot

Setelah melakukan persiapan umroh, hal yang dilakukan adalah berniat umroh di Miqot. Dimana miqot merupakan tempat yang diajarkan Rasulullah agar para jamaah melaksanakan ihram pertamanya untuk umroh maupun haji.

Para jamaah yang dengan sengaja tidak berihram dalam miqot tersebut maka harus kembali lagi atau dikenakan denda (dam). Denda ini dibayar dengan menyembelih satu ekor kambing dan dibagiakan kepada masyarakat Mekkah.

Miqot tidak dilakukan di satu tempat yang sama, melainkan tergantung darimana datangnya jamaah tersebut. Berikut beberapa tempat miqat yang ditentunkan dari berbagai arah:

1. Yalamlam
Batas miqat yang ditentukan untuk penduduk Yaman atau bagi calon jamaah umroh yang datang dari arah selatan. Batas miqat ini berjarak ± sekitar 450 KM dari kota Mekah.

2. Rabigh (sebelumnya Juhfah)
Batas miqat yang ditentukan untuk jamaah umroh yang datang dari arah barat. Batas miqat ini berjarak ± sekitar 187 KM dari kota Mekah.

3. As-Sail (dulu disebut Qarnul Manazil)
Batas miqat yang ditentukan untuk penduduk Najd atau jamaah umroh yang datang dari arah timur. Batas miqat ini berjarak ± sekitar 94 KM dari kota Mekah.

4. Birr Ali (dulu disebut Dzul Hulaifa)
Batas miqat yang ditentukan untuk penduduk Madinah atau yang datang dari sebelah utara. Batas miqat ini berjarak ± sekitar 450 KM dari kota Mekah

5. Ji’ronah, Tan’im dan Hudaibiyah
Batas miqat yang ditentukan untuk penduduk kota Mekah. Batas-batas miqat tersebut masing-masing berjarak ± sekitar 22 KM (Ji’ronah), 5 KM (Tan’im) dan 29 KM (Hudaibiyah) dari kota Mekah. [sumber: www.lapakumroh.com/id/umroh]

Anda termasuk dari arah mana? Jangan lupa ya datangnya darimana karena tempatnya berada-beda. Sedangkan bacaan niah ihramnya yaitu “labbaik ‘umroh”, dimana artinya aku memenuhi panggilan-Mu untuk menunaikan ibadah umroh.

Menuju ke Mekkah

Dalam perjalanan menuju ke Mekah jamaah umroh harus membaca bacaan talbiah, dimana harus dibaca keras bagi laki-laki dan suara pelan atau lirih bagi perempuan.

Bacaan talbiah tersebut, yaitu

“Labbaik Allahumma labbaik. Labbaik laa syariika laka labbaik Innal hamda wan ni’mata laka wal mulk  laa syariika lak”.

Dimana ayat tersebut mengandung arti yang mengagungkan Allah swt. Bacaan talbiah di atas diucapkan sepanjang perjalanan  hingga jamaah sampai di Mekah.

Mulai Melakukan Tawaf di Masjidil Haram

Setibanya di Mekah jamaah harus melakukan tawaf. Adapun panduan yang harus dilakukan ketika tawaf, yaitu

  1. Jamaah menuju masjidil haram dengan melangkahkan kakinya dari kaki kanan terlebih dahulu sambik mengucapkan doa “Allahummaf-tahlii abwaaba rohmatik” (Ya Allah, bukakanlah untukku pintu-pintu rahmat-Mu).
  2. Setelah itu jamaah menuju ke hajar aswad. Ketika berada di depan hajar aswad dianjurkan untuk membaca “Allahu akbar” atau “Bismillah Allahu akbar” kemudian mengusapnya dengan tangan kanan dan jika ada kesempatan maka sambil menciumnya.
  3. Rangkaian selanjutnya adalah melakukan tawaf. Tawaf umroh tersebut dilakukan sebanyak 7 putaran yang dimulai dari Hajar Aswad dan berakhir di Hajar Aswad.
  4. Ketika melakukan tawaf disunnahkan untuk mengusap Rukun Yamani dan membaca doa

    “Robbana aatina fid dunya hasanah, wa fil aakhiroti hasanah wa qina ‘adzaban naar”

Menuju Maqam Ibrahim

Ketika menuju ke maqam ibrahim jamaah disunahkan untuk membaca doa

“Wattakhidzuu min maqoomi ibroohiima musholla” (Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat shalat (QS. Al Baqarah: 125)).

Sebelumnya jamaah juga dianjurkan untuk menutup kedua pundaknya dengan kain ihram ketika menuju ke maqam Nabi Ibrahim.

Sesampainya di Maqam Ibrahim, jamaah dianjurkan sholat sunnah thawaf 2 raka’at di belakang Maqam Ibrahim. Setelah itu, jamaah dianjurkan untuk meminum air zam-zam lalu kemudian menuju bukit Shafah untuk melakukan Sa’i.

Sa’i Umroh

Pada prose sa’i umroh ini dilakukan di Bukit Shafa dan Marwa. Dimana Sa’i memiliki arti berlari-lari kecil antara kedua bukit tersebut. Pada saat berada di Bukit Shafa, jamaah diperintahkan untuk naik ke atas bukit dan sambil menghadap Ka’bah dari atas.

Bertahalul

Bertahalul merupakan ibadah penutup dari umroh. Dimana tahalul merupakan memendekkan seluruh rambut kepala atau mencukur gundul. Namun banyak yang mengatakan bahwa  mencukur gundul merupakan hal yang lebih afdhal. Sedangkan bagi wanita hanya engan memotong rambutnya sepanjang satu ruas jari.

Itulah tata cara umroh yang harus dilakukan ketika melakukan ibadah umroh. Semoga dengan adanya artikel ini dapat menambah wawasan bagi Anda yang akan melaksanakan ibadah umroh.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *