Pengertian Tahallul dalam Ibadah Umroh & Haji

Tahallul berasal dari fi’il (kata kerja) tahallala-yatahallalu-tahalulan, yang artinya menjadi halal; menjadi boleh; menghalalkan beberapa larangan. Tahallul indentik dengan ibadah umroh dan haji. Nah, bagi Anda yang belum mengetahui apa itu tahallul dalam ibadah umroh dan haji, berikut pembahasannya:

Tahallul dalam Umroh

Dalam ibadah umroh, tahallul adalah kegiatan mencukur/memotong sebagaian rambut kepala dan sekaligus menjadi tanda bahwa seseorang sudah selesai mengerjakan semua rangkaian kegiatan umroh.

Kegiatan tahallul dilakukan di bukit Marwah setelah kegiatan Sa’i selesai. Untuk laki-laki, boleh memotong / memendekan saja rambutnya, namun lebih jika mecukur habis rambutnya (botak). Untuk perempuan hanya boleh memotong sebagian rambut, dengan mengumpulkan rambutnya kemudian memotongnya sepanjang satu ruas jari.

Bagi jamaah yang berkepala botak, sunnah dilakukan secara simbolis dengan melewatkan pisau cukur di atas kepalanya.

Tahallul dalam Haji

Dalam haji, tahallul sendiri terdapat dua macam, yaitu tahallul Awal (pertama) dan tahallul Tsani (akhir). Tahallul Awal dapat diartikan sebagai bentuk menghalalkan dari sebagian muharramat. Sedangkan tahallul Tsani (akhir) merupakan menghalalkan dari sebagian muharramat lainnya.

Berikut penjelasan masing-masing dari tahalul tersebut:

Tahalul Awal

Tahallul Awal ialah keadaan seseorang yang telah menyelsaikan dua dari tiga kegiatan amalan-amalan haji. Tiga amalan yang dimaksud adalah:

  1. Melontar Jamrah Aqobah pada hari Nahar.
  2. Mencukur atau memendekan sebagian rambut kepala.
  3. Thawaf Ifadhah yang diikuti dengan sa’i, kalau sesorang belum melakukan sa’i sesudah thawaf Qudum. [Fiqh Islam:286]

Ketika sesorang sudah dalam keadaan Tahallul Awal (pertama), maka dia sudah diperbolehkan memakai pakaian lain selain pakaian ihram, memakai wewangian, memotong kuku, dan yang termasuk dalam larangan ihram lainnya, kecuali berhubungan suami istri.

Tahallul Tsani

Tahallul Tsani adalah kondisi seseorang yang sudah selesai melakukan ketiga amalan haji tersebut diatas. Jika sudah dalam keadaan Tahallul Tsani maka sesorang sudah lepas dari semua perkara-perkara larangan ihram, termasuk dalam melakukan hubungan suami istri.

Itulah penjelsan singgkat tentang tahallul dalam ibadah umroh dan haji. Semoga bermanfaat

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *